Syubhat Wahhabi : Sahabat Nabi Seharusnya Lebih Peka Terhadap Maulid


Syubhat wahhabi

"Seandainya apa yang diadaadakan sepeninggal mereka (Rasulullah dan para shahabatnya) itu baik, tentu mereka yang lebih dahulu mengerjakannya" (lihat Ensiklopedia Bid'ah, hal. 73)

Sama seperti jawaban sebelumnya, Bahwa yang pertama kali memperingati Maulid Nabi adalah shahibul Maulid sendiri yaitu Nabi Muhammad ( )صلى الله عليه وسلمdan ulama (Ijma’/mayoritas Ulama) sudah memaparkan banyak dalil tentang kebolehannya. Hanya saja yang menjadi perbedaan adalah teknis (tatacara) dan bentuk pelaksanannya yang terus berkembang dan berubah.
Namun, jika mau membahas logika seperti atas (Ensiklopedia Bid'ah, hal. 73),



maka sesungguhnya ungkapan ini sama sekali tidak bisa dianggap benar, karena hanya mengandaiandai. Pada kenyataannya, perkaraperkara baru seperti peringatan maulid Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلمatau yang sepertinya memang mengandung banyak kebaikan, dan hal itu ditakdirkan Allah baru ada setelah ratusan tahun Rasulullah ( )صلى الله عليه وسلم wafat.

Untuk menjawab ungkapan berandaiandai di atas, kita juga bisa berkata seperti mereka, "Seandainya acara Maulid itu buruk, tentu Rasulullahصلى الله عليه وسلم telah menyebutkan larangan melakukannya dengan jelas" .
Ternyata Rasulullah hanya melarang bid'ah, bukan maulid nabi Nabi. Beliau juga tidak menyebutkannya (merincikannya) sebagai amalanamalan yang merupakan dosa besar seperti syirik, zina, durhaka kepada orang tua, lari dari medan perang, dan lain sebagainya. Apa yang menghalangi beliau untuk menyebutkannya bila memang beliau tahu hal itu buruk atau sesat, atau merupakan dosa besar ?

Pantaskah beliau menyembunyikannya ?


Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel