Syubhat wahhabi : Maulid mendahului Allah dan RasulNya


Tuduhan yang mereka biasa lontarkan adalah "Mendahului Allah dan RasulNya" Kemudian sambil membawakan dalil alQur’an. Ayat yang bisa mereka gunakan adalah :

“Hai orangorang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan RasulNya dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui" (QS. AlHujuraat: 1)




Ayat ini sering dikemukakan oleh pengingkar Maulid untuk menuduh bahwa orangorang yang mengadakan acara peringatan Maulid Nabi Muhammad dan lain sebagainya telah "mendahului Allah dan Rasulullah" dalam menetapkan suatu amalan di dalam agama.

Dalam bahasa lain, telah berbuat lancang, karena mengadakan sesuatu amalan yang belum diperintahkan oleh Allah atau Rasulullah
Penggunaan dalil tersebut seolaholah tepat, padahal secara logika saja sangat tidak bisa dibenarkan. Pasalnya, mana mungkin disebut mendahului sedangkan yang didahului sudah tidak ada lagi dan tidak akan pernah ada lagi sampai hari Kiamat (wahyu alQur'an sudah tidak turun, dan Rasulullah sudah wafat) ?

Bisa disebut mendahului apabila ada suatu masalah yang ditanyakan kepada Rasulullah lalu ada orang yang berani angkat suara untuk menjawabnya di saat beliau belum menjawabnya; atau Rasulullah membuat suatu keputusan atau pilihan, lalu ada orang yang mengusulkan agar keputusan atau pilihan itu diganti ; atau ada orang yang melakukan suatu amalan sebelum waktunya padahal waktu pelaksanaannya telah ditetapkan oleh Allah atau Rasulullah seperti: Menyembelih hewan kurban sebelum shalat 'Ied, shalat fardhu sebelum waktunya, dan lainlain.

Intinya, disebut mendahului, bila proses pensyari'atan masih berlangsung di mana wahyu masih turun dan Rasulullah masih hidup, atau bila ketentuan amalan syari'at yang telah ditetapkan waktunya dilakukan sebelum waktunya tiba.



Lebih fatal lagi kalau tuduhan "mendahului Allah dan RasulNya" ini diartikan bahwa orangorang yang melakukan peringatan Maulid Nabi sudah melakukan kegiatan tersebut padahal Allah atau Rasulullah belum menetapkan perintah atau hukumnya. Itu berarti ada pemahaman seolah olah wahyu masih diharap akan turun dan Rasulullah masih akan bersabda, hanya saja didahului oleh orangorang itu.

Bukankah proses pensyari'atan sudah selesai, dan bukankah Islam sudah disempurnakan sehingga tidak akan mungkin lagi turun syari'at baru dari Allah atau dari Rasulullah dalam hal menyuruh atau melarang?

Jadi tuduhan "mendahului" ini ngawur, tidak pada tempatnya, terlalu dipaksakan, dan sangat mengadangada.


Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel