Membantah Argument Syekh Utsaimin Yang Mengharamkan Maulid - bagian 2


·        dan jika sekiranya beliau melaksanakan atau telah beliau anjurkan kepada kepada umatnya, niscaya ajarannya tetap terpelihara hingga hari ini, karena Allah berfirman :

sesungguhnya Kami-lah yang telah menurunkan al-Qur’an dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya (QS.Al-Hijr : 9)
di karenakan acara peringatan maulid Nabi Muhamad shalallahu alaihi wasallam tidak terbukti ajarannya hingga sekarang ini, maka jelaslah bahwa ia bukan termassuk dari ajaran agama



Tanggapan kami untuk argument syekh Utsaimin :

Pernyataan syaikh Utsaman di atas tidak ilmiah. Menurutnya, Nabi Muhamad tidak pernah memeperingati hari kelahirannya. Ini jelas keliru. Dia lupa kalau ada hadits yang menerangkan :

عن أبي قتاده الأنصاري أنّ رسول الّله صلى اللّه عليه و سلّم سئل عن صوم يوم الإثنين قال ذاك يوم ولدت فيه ويوم بعثت أو انزل عليّ فيه

“dari Abu Qatadah al-anshari bahwa Rasululah shallahu alaihi wasallam ditanya tentang hari senin. Maka beliau menjawab : “itu ahri dimana aku di lahirkan, hari aku di utus atau wahyu diturunkan kepadaku” (HR.Muslim)
Dalam hadis dia ats jelas sekali,Rasulullah berpuasa senin dan menganjukannya kepada umat islam agar melakukannya, diantara alasannya karena pada hari itu beliau dilahirkan. Ini merupakan betuk peringatan beliau terhadap hari kelahiran yang di ekspresikan dengan cara berpuasa sebagai rasa syukur atas hari bersejarah tersebut
·       
          hal ini (perayaan maulid Nabi) jelas merupakan bentuk pelanggaran terhadap hak Allah, karena kita telah membuat syariat baru pada agamaNya yang tidak ada perintah dariNya. Dan ini pun termasuk bentuk pendustaan terhadap Firman Allah :

اليوم أكملت لكم دينكم وأتممت عليكم نعمتي ورضيت لكم الإسلام دينا (المائدة : 3)

“pada hari ini telah ku-sempurnakan untuk kamu agamamu dan telah kucukupkan kepadamu nikmatku dan telah kuridhai islam itu jadi agamamu”

Tanggapan kami untuk argument syekh Utsaimin :

Menurut syeikh Utsaimin, perayaan maulid tidak boleh dilakukan, karena tidak ada ajaran syariat yang memerintahkan melakukannya. Disini kami katakan kepada pengagum beliau, bahwa tidak ada pula ajaran syariat yang melarang melakukan maulid Nabi. Berarti anda telah melarang sesuatu yang tidak dilarang dalam agama

Sedangkan pernyataan syeikh Utsaimin bahwa perayaan maulid Nabi termasuk pendustaan terhadap firman Allah dalam QS.al-Maidah ayat 3, adalah tidak benar karena dua hal. Pertama,yang di maksud sempurna dalam ayat tersebut,adalah dalil-dalil agama yang bersifat genaral telah sempurna dalam al-Qur’an dan sunah. Bukan bermaksud bahwa setiap sesuatu ada ketentuan nash-nya dalam al-Qur’an dan sunnah

Kedua, para ulama yang yang membolehkan maulid Nabi shalallahu alaihi wa sallam masih berdalil dengan beberapa ayat al-Qur’an dan hadis-hadis Nabi shalallahu alaihi wa sallam seperti yang telah di kemukakan sebelumnya. Jadi, kebolehan dan anjuran maulid Nabi Muhamad masih berada dalam lingkup kesempurnaan al-Qur’an dan sunnah


Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel