Legalitas Maulid


Kaum anti maulid menuduh perayaan maulid itu tanpa dalil, amalan yang di ada-ada dan termasuk tindakan munkar yang harus di berantas. Maka tidak heran mereka salafi wahabi seringkali melakukan aksi sweeping ketika ada acara maulidan atau hanya sekedar lewat tulisan-tulisan mereka di media sosial




Mirisnya, tulisan –tulisan mereka justru terlihat betapa minimnya pengetahuan mereka akan ilmu agama, karna pada dasarnya kaula-kaula muda wahabi tidak pernah ada background pesantren barang sebentar.
Soal hujjah dalam ahlussunah wal jama’ah, kami memiliki segudang dalil dari berbagai amalan-amalan kami yang oleh salafi wahhabi di tuduh sebagai bid’ah. Tidak terkecuali Maulid Nabi

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu". Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

لا يؤمن أحدكم حتى أكون أحب إليه من ولده ووالده والناس أجمعين

"Tidak sempurna iman kamu sehingga aku lebih dicintainya daripada anak, ibu-bapa dan manusia seluruhnya."

لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِأُولِي الْأَلْبَابِ

“Sungguh, pada kisah-kisah mereka itu (para Nabi dan Rasul) terdapat pelajaran bagi orang - orang yang berakal”. (S.Yusuf:111).

وكلا نقص عليك من أنباء الرسل ما نثبت به فؤادك

“Dan semua kisah para Rasul kami ceriterakan kepadamu, yang dengan kisah-kisah itu Kami teguhkan hatimu “. (S. Hud: 120)

Hujjah Maulid Nabi telah mendapat legalitas dari para ahli hadits :

Ketahuilah bahwa gelar al-imam itu hanya di berikan kepada ulama yang agung dan sangat di akui otoritas keulamaannya. Al-hafidz gelar untuk orang yang menghafal al-qur’an dan hadits dengan sangat baik dalam jumlah banyak. Juga al-hujjah di berikan untuk orang yang menghafal lebih dari 300.000 hadits dengan sanad dan matannya, jarh dan ta’dilnya
Perhatikan baik-baik. Ulama sekaliber ini mereka hinakan dengan argumen ulama yang sangat minim ilmu.

Syeikhul islam al-imam al-hafidz Abu Fadl Ahmad Ibn Hajar berkata :

أصل عمل المولد بدعة لم تنقل عن أحد من السلف الصالح من القرون الثلاثة، ولكنھا مع ذلك قد

اشتملت على محاسن وضدھا، فمن تحرى في عملھا المحاسن وتجنب ضدھا كان بدعة حسنة

“Asal amal Maulid adalah bid’ah, tidak pernah ada perkataan (perbincangan) dari salafush shaleh dari kurun ke tiga, dan akan tetapi bersamanya mencakup (mengandung) kebaikankebaikan dan keburukan keburukan. Maka barangsiapa yang mengambil kebaikan kebaikannya pada amal Maulid dan menjauhi keburukannya maka itulah bid’ah Hasanah (khusnul maqaasid fi amali maulid halaman 16)

lanjut ke part 2 


Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel