Organisasi Penccetak Generasi Mujtahid Gadungan



Taqiyuddin an-nabhani dalam bukunya al-tafkir halaman 149

(إنّ الإنسان) متى أصبح قادرا على الإستباط فإنّه حينئذ يكون مجتهدا، ولذلك فإنّ الإستباط أو الإجتهاد ممكنّ لجميع النّاس، و ميسّر لجميع الناس ولا سيّما بعد أن أصبح بين أيدي الناس كتب في اللغة العربيّة والشرع الإسلامي.

“sesungguhnya seseorang apabila telah mampu melakukan istinbath, maka ia sudah menjadi mujtahid. Oleh karena itu sesungguhnya istinbath atau ijtihad mungkin di lakukan oleh semua orang dan mudah di capai oleh siapa saja yang menginginkan, terlebih sesudah buku-buku bahasa arab dan buku-buku syariat islam telah tersedia di hadapan banyak orang dewasa ini.


Pernyataan seperti di atas memberikan kesimpulan bahwa ijtihad itu merupakan sesuatu yang gampang dan mudah di capai oleh siapa saja. Dan berpotensi membuka pintu fatwa dengan tanpa ilmu, maka tak heran jika kebanyakan orang yang baru berhijrah sudah gampang memberikan label sesat terhadap ulama – ulama sepuh.

Pernyataan tersebut tidak dapat di benarkan dengan beberapa alasan :
      
       1.    Ijtihad bukan sesuatu yang mudah di capai oleh siapa saja yang menginginkannya. Karena berdasarkan pernyataan para ulama, seorang mujtahid di syaratkan harus memiliki perbendaharaan ilmu yang sangat luas, mengetahui teks yang ‘am dan khas, mutlaq dan muqayyad, mujmal dan mubayyan, nasikh dan mansukh, mengetahui kualitas hadits itu mutawatir,ahad,mursal dan muttashil. Mengetahui jarh wa ta’dil.mengetahui qiyas yang jaliy dan khafi, dan lain sebagainya.

       2.     Seorang alim bisa di akui sebagai mujtahid apabila telah di akui kealimannya oleh mayoritas ulama. Sementara tidak seorang ulama pun yang mengakui kealiman Taqiyuddin an-nabhani (orang yang memberikan pernyataan untuk menjadi mujtahid) telah memenuhi syarat –syarat ijtihad sebagai mujtahid.. bahkan hanya mendekati derajat mujtahid pun tidak ada yang mengakuinya
     3.     Sesudah masa generasi imam mujtahid, tidak ada seorang ulama pun yang berani menjadi imam mujtahid, padahal kualitas keilmuan ulama mutaqaddimin tidak di ragukan lagi.
Imam Rafi’i seorang ulama pada abad 7H berkata :
“orang-orang tampaknya sudah sepakat bahwa tidak ada lagi imam mujtahid pada waktu sekarang”
Imam Ghazali : “sesungguhnya tidak berisi di zaman sekarang seorang mujtahid mutlak”

Perlu di ketahui terlebih dahulu bahwa semua ulama yang mengatakan sudah tidak ada mujtahid mutlak lagi adalah penganut madzhab Syafi’i. Beliau2 hanya berselisih tentang ada atau tidak, bukan boleh atau tidak

Semoga kita terhindar dalam fatwa-fatwa yang tidak sesuai dengan al-qur'an dan sunnah

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel