Mengganti Debu Dengan Sabun Untuk Bersuci Dari Najis Mughaladah



Banyak pernyataan di DM instagram saya tentang masalah bolehkah mengganti debu dengan sabun untuk mensucikan najis mughaladah?



Menurut pendapat yang dishahihkan oleh Imam Nawawi dalam kitab Ru`uusul Masaa`il, bisa, Menurut pendapat yang azh-har sebagaimana dalam kitab Raudhah dan Syarah al Muhadzdzab (karya Imam Nawawi), tidak. 

Pendapat ketiga : Jika ada debu, maka sabun tidak bisa menggantikan, jika tidak ada, maka sabun bisa menggantikan. 

Menurur Qoul adzhar : " ta’ayyanut thurab " ya'ni salah satu basuhan HARUS menggunakan DEBU, Sedangkan menurut Qoul Tsani : TIDAK HARUS menggunakan debu,

و يـقـوم غـيره مـقـامـه كالأشـنـان و الـصـا بـو ن

Selain debu juga bisa dipergunakan untuk menggantikan debu seperti halnya kayu ASYNAN dan juga deterjen.
Kifaayatul Akhyaar juz I halaman 71:

وهل يقوم الصابون والأشنان مقام التراب فيه أقوال أحدها نعم كما يقوم غير الحجر مقامه في الاستنجاء وكما يقوم غير الشب والقرظ في الدباغ مقام وهذا ما صححه النووي في كتابه روؤس المسائل
والأظهر في الرافعي والروضة وشرح المهذب أنه لا يقوم لأ
ا طهارة متعلقة بالتراب فلا يقوم غيره مقامه كاليتيم والقول الثالث إن وجد التراب لم يقم وإلا قام

Namun untuk kehati-hatian, menurut saya tetaplah berusaha memakai debu

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel