Bersentuhan Dengan Saudara Dan Orang Tua Tiri



Mahram (seseorang yang haram di nikahi) di sebabkan adanya tiga faktor, yaitu keturunan (nasab) mertua dan seibu persusuan (rodlo’). Dalam masalah wudlu, bersentuhan kulit dengan selain mahram bisa membatalkan wudlu, bersentuhan kulit dengan selain mahram membatalkan wudlu.



Tetapi jika permasalahannya bersentuhan jika persentuhan kulit tersebut dengan saudara dan ibu tiri, apakah membatalkan wudlu? 


Sebagaimana yang sudah di jelaskan tadi, orang tua tiri termasuk mahram yang tidak boleh di nikahi selamanya ketika suda di jima’ (hubungan intim) ataupun belum. Berbeda dengan kasus anak tiri, jika ibunya belum di jima’ maka status anaknya bukan mahram,walaupun ibunya sudah di nikahi. Dan jika sudah di jima’ maka anaknya menjadi mahram. 

Sedangkan saudara tiri bukan termasuk mahram, sehingga dapat membatalkan wudlu. Seperti duda menikah dengan janda,masing2 sudah punya anak sebelum keduanya nikah, maka status anak mereka bukan mahram

Referensi :

Fatkhul qarib halaman 312
Al iqna’ juz 2 halaman 130

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel