Bahaya Mencampur Adukan Madzhab


Sejak kemunculan dakwah salafi-wahabi, doktrin bebas madzhab selalu di gencarkan dalam ceramah-ceramahnya baik di luar negri maupun dalam negri. Fatalnya, yang mengkampanyekan bebas madzhab di tujukan untuk orang-orang awam, seperti video yang saya posting di instagram  (17 oktober 2018 ) 



Jika hal tersebut dilakukan terus menerus bisa menimbulkan kekacauan dalam negeri,dalam masyarakat, dalam rumah tangga, dalam ibadah sholat, haji dan lain-lain hal yang akan membawa pada perselisihan

Lebih fatalnya lagi, propaganda semacam itu dapat membawa pada kerusakan i’tikad dan keyakinan.


Contoh kecil, dalam masalah pengadilan negri, seorang hakim menjatuhkan vonis,bahwa talaq tiga yang di ucapkan langsung oleh semua sekaligus,maka dalam madzhab syafi’i tetap sah di hukumi talaq 3
Kemudian pada kesempatan lain, hakim tersebut memberikan vonis untuk kasus yang serupa pada orang yang berbeda, tetapi hakim tersebut mengatakan bahwa talaq 3 hanya jatuh 1 sesuai madzhab syi’ah dan keyakinan ibn taimiyyah.
Kacau...

Contoh lain :
Pada suatu waktu seorang da’i memfatwakan bahwa anjing itu najis. Kalau kainnya di jilat, wajib di cuci 7x (satu kali dengan debu atau tanah) sebelum sholat. Kemudian pada kesempatan yang lain da’i tersebut memfatwakan bahwa anjing tidak najis. Ketika di tanya, da’i tersebut mengatakan bahwa dia sedang mengikuti madzhab maliki.
Fatal....

Contoh lain :
Seorang istri menganut madzhab Syafi’i yang mengatakan bahwa bersentuhan kulit antara laki2 dan wanita membatalkan wudhu’. Namun suatu ketika karena kondisi sedang dingin dan malas untuk berwudhu, istri tersebut menyentuh suaminya, setelah bersentuhan kulitnya yang dalam amdzhab syafi’i membatalkan wudlu, istri tersebut tetap melakukan shalat. Ketika di tanya oleh suami. Kenapa kamu tetap melaksanakan shalat padahal kita habis bersentuhan? Istri dengan entengnya menjawab, saya mengambil madzhab hanafi, yang penting dalilnya sama – sama kuat.
Fatal....

Contoh lain :
Seorang imam shalat subuh dengan memakai madzhab syafi’i,pada waktu ketika itu dia lupa qunut dan melakukan sujud sahwi. Tapi pada kesempatan lain orang tersebut sholat shubuh dengan memakai madzhab Hanbali dan tidak memakai qunut tanpa melakukan sujud sahwi.
Main-main dengan hukum

Dan banyak lagi contoh tentang hal ini yang berkaitan dengan mencampur adukan madzhab.
Dari dulu sampai sekarang (kecuali wahabi) ulama sepakat untuk bermadzhab, tapi ulama zaman now dari wahhabi melegalkan talfiq atau emncampur adukan madzhab.

Bukan masalah perbedaan pendapat saja kalau masalah ini, tetapi lebih kepada penyesatan untuk orang awam. Penggirangan ke lembah jahim lembah neraka

Semoga kita terhindar dari doktrin salafi wahabi.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel