Status Santri Dalam Berfatwa



Tidak sedikit santri yang bisa memproduksi hukum-hukum syariat yang di ambilkan dari manhaj ulama salaf. Mereka memadukan dengan teks – teks ibarah yang sudah tertuang dalam kitab – kitab kuning.

Namun yang peru di perhatikan adalah,status santri yang memproduksi hukum-hukum syariat kontemporer hanya bersifat naqilul qoul, yaitu menukil pendapat-pendapat ulama salaf dari kitab-kitab kuning dan di padukan dengan beberapa problematika di zaman sekarang dengan mengambil illat yang pas, untuk kemudian di terapkan dalam persoalan kontemporer yang belum ada pada zaman ulama salaf. Bukan mutlak fatwa santri,melainkan fatwa ulama yang kemudian di convert ke era global dengan tetap memperhatikan nash qath’i dilalah

Adapun cara-cara mereka – para santri – dalam berfatwa menyesuaikan dengan situasi dan kondisi, apalagi jika berupa fatwa (nukilan) hukum syariat. Karna fatwa yang tidak tepat sasaran akan berakibat di acuhkan oleh masyarakat di era globallisasi bahkan bisa menimbulkan pro kontra dan pertikaian

Bila orang yang bertanya termasuk kategori orang yang mampu melaksanakan hukum berat maka di berilah hukum yang berat pada si penanya, namun apabila tidak mampu sekira jika di berikan hukum yang berat ia justru tidak melakukannya, maka di berikanlah hukum yang ringan.

Bukan berarti menghilangkan status hukum wajib menjadi sunnah, wajib tetap wajib selama tidak ada qarinah yang memberikan asumsi hukum wajib tersebut berubah. Hukum wajib tersebut tetap di terapkan untuk si penanya, hanya saja tidak dalam kategori yang memberatkan si penanya, jika si penanya dirasa memang tidak mampu melakukannya dengan sempurna.

بغية المسترشدين صح 7
فائدة. قال في فتاوى ابن حجر : ليس لمن قرأ كتابا أو كتبا و لم يتأهّل للإقناء أن يفتي إلا فيما علم من مذهبه علما جازما، كوجوب النيّة في الوضوء و نقضه بمس الذكر، نعم إن نقل له الحكم عن مفت اخر او عن كتاب موثوق به جاز، وهو ناقل لا مفت، وليس له الإفتاء فيما لم يجده مسطورا

Semoga bermanfaat...!!!

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel