Polusi Pemikiran



Assalamualaikum..

Pemikiran merupakan hasil kerja otak yang bersinergi denggan pengatahuan yang di miliki seseorang. Dan pengetahuan itu ia peroleh melalui kalam illahi atau proses interaksi dengan lingkungan di sekitarnya atau juga berdasarkan penelitian yang di lakukan orang lain


Ada banyak orang yang sedang mencari ilmu dan membutuhkan payung intelektual menyebar mencari informasi dan bergabung pada kelompok tertentu dengan harapan bisa mengisi kekosongan intelektualnya. Mereka itulah orang-orang awam yang ingin menjadi orang alim (berpendidikan). Kriteria ini masih kriteria normal yang mudah di luruskan. Namun, berbeda dengan orang yang terlanjur mencampur aduk informasi pendidikan dan pengetahuan yang ia dapatkan tanpa adanya kemampuan mensinergikan dengan suatu kebenaran

Sebab utama dari terpengaruhnya seseorang terhadap suatu pemikiran adalah tidak adanya dasar dasar yang bisa mjdi pegangan dan pijakan dalam kehidupan beragamanya

Minimnya minat dari dari banyak orang utk mempelajari ilmu agama sejak dini dari dasar dan justru lebih suka terhadap pencarian agama yang instan.

Pencarian agama yang instan seharusnya bisa di imbangi dengan jerih payah mencari agama agar kelak bisa mendapatkan barokah dari penyampai ilmu agama tersebut. Yaitu dari hati ke hati.. Melalui proses transfer.. Mencari keberkahan penyampai ilmu


seseorang yang mencampur adukan informasi pengetahuan yang di terima oleh seseoarng tanpa cermat, maka hanya akan emnimbulkan tallawuts al afkar atau polusi pemikiran. polusi pemikiran tersebut yang nantinya akan menimbulkan ghazwah fikri atau perang pemikiran. perang pemikiran jauh lebih berbahaya daripada perang tentara


Agar supaya ilmu yang kita dapatkan benar-benar kredibel. Ada beberapa hal yang harus di perhatikan :

pilihlah buku dri ulama terdahulu sebelum memplejari buku kontemporer

pilihlah seorang teman atau guru untuk bisa membimbing secara komprehenshif (batas maksimal) dan berkompeten

kalau berminat,datanglah ke pondok pesantren. Mondoklah.. Agar mendapatkan ilmu yang valid dan mutawattir

jika belajar dari medsos, cermatlah dalam memilih akun yang jelas berazazkan ahlussunah wal jama'ah dan tidak mengarah pada provokasi dan pengerusakan akal

dahulukan amaliyyah dari pada sekedar melayani trending topic di media sosial

Semoga bermanfaat...!!!

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel