Mukhalit dan Mujawwir



Air yang telah berubah salah satu sifatnya yaitu; rasa, warna, dan bau. Air ini disebut dengan air Mutaghyyir.
Berdasarkan sebabnya, air muthaghayyir dibagi menjadi tiga macam, yaitu;



a. Mutaghayyir bi al-mukhalith. Yaitu air yang berubah sifat-sifatnya sebab bercampur dengan benda suci lainnya hingga mempengaruhi terhadap nama dan statusnya, semisal air kopi, teh, sirup, susu, dll.

b. Mutaghayyir bi al-mujawir. Yaitu, air yang berubah sifat-sifatnya sebab terpengaruh benda lain yang ada disekitarnya. Contohnya adalah air yang berdekatan dengan bunga mawar sehingga tercium aroma mawar pada air tersebut.

c. Mutaghayyir bi ath-thuli al-muktsi. Yaitu air yang berubah sifat-sifatnya sebab terlalu lama diam. Seperti air kolam yang tidak pernah digunakan oleh seseorang sehingga berubah sifatnya.

Di antara ketiga jenis air muthaghayyir tersebut hanya dua yang bisa digunakan untuk bersuci yaitu air mutaghayyir bi al-mujawir dan mutaghayyir bi ath-thuli al-muktsi. Dan yang tidak bisa digunakan untuk bersuci adalah air mutaghayyir bi al-mukhalith.
Sebetulnya tidak ada istilah air mukhalit dan mujawir, adanya air mutaghoyyir sebab mukholit atau mujawwir.
Mukholit = sesuatu yang mencampuri / terlarut dalam air ( solute ) sehingga sulit dipisah/ dibedakan mana air mana zat yang mencampuri nya
Contoh : garam, gula pasir, pewarna, susu..

Mujawir = sesuatu yang mencampuri air namun tidak melarut / menyatu sehingga mungkin untuk dipisahkan dari air dengan mudah
Contoh : batu, tanah, kayu, minyak, lumut, ganggang
Jika mukholit dan mujawir nya najis, maka air sedikit ( kurang dari dua kulah ) menjadi mutanajis,

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel