Lupa Hafalan Qur’an Bagi Para Hufadz

Menurut imam Malik, hukum menjaga hafalan yang lebih dari bacaan yang membuat shalat sah (hafalan selain surat fatihah) hukumnya disunah muakkad baik diawal atau selamanya, melalaikannya hukumnya makruh,



Sedang Madzhab Syafi’i melalaikan satu huruf dari hafalan diatas tergolong dosa besar yang hanya dapat terlebur dengan bertaubat dan kembali menghafalnya.
Namun dalam hal ini pendapat yang paling kuat adalah dosa besar bagi para penghafal al-Qur’an yang lupa dengan hafalannya.

Berdasarkan hadis :


Kemudian dalam sebuah hadits Qudsy dituturkan : Barangsiapa yang menyibukkan dirinya dengan mengingat-Ku sehingga tidak sempat meminta kepada-Ku, maka Aku akan memberinya yang lebih baik daripada apa yang Aku berikan kepada orang-orang yang meminta. Dan menyibukkan diri menghafalnya lebih utama ketimbang menyibukkan diri mencari ilmu yang yang diluar ketentuan fardhu ain, sedang melalaikannya meskipun karena ‘udzur seperti sakit dan kesibukan yang bersifat kewajiban tergolong dosa besar.

termasuk lupa yang berakibat hukum haram dan dosa besar semua walaupun sebab adanya udzur seperti sakit atau sibuk yang brsifat kewajiban(sprt mencari nafkah dll).karena sesibuk apapun untuk menjaga hafalan, masih bisa di lakukan walaupun dengan cara membaca dalam hati

Referensi :

Al-futhuhat al-rabbaniyyah syarh al-adzkar juz 2 hal 255
Is’adul rafiiq juz 2 hal 95
Hasyiyah as-Syarqawy juz 1 hal 164
At-tibyan fii adabi khamlathul qur’an hal 54
nihayatuz zain hal 362
bariqotun mahmudah juz 4 hal 195
Al-fatawa al-fiqhiyyah kubra juz 1 hal 78




Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel