Bak Mandi Ada Ikannya, Bagaimana Hukumnya??



Terkadang sebagian masyarakat memelihara ikan di bak yang biasa kita gunakan untuk bersuci, dan belum mengetahui status air tersebut apakah boleh untuk bersuci atau tidak.

 
Air yang sudah dua qollah jika terkena najis, kalau sampai berubah
warna rasa dan bau, maka air itu menjadi mutanajis. tapi kalau tdak berubah air yang dua qollah terebut sekalipun terkena sesuatu yang najis maka tetap suci menyucikan.
kalau air yang kurang dari dua qollah terkena sesuatu yang najis. baik berubah ataupun tidak tetap di hukumi mutanajis. Tidak bisa di pakai bersuci. 

Air 2 qullah yang masih tergolong air suci mensucikan




Para ulama madzhab syafi'i berbeda pendapat dalam menghukumi kotoran ikan;
Pendapat pertama :
 
Menghukumi najis kotoran ikan,seperti yang dikemukakan oleh Syeh Abu Hamid,.Al Qodhi Abit Thoyyib menambahkan jika kotoran ikan dihukumi suci maka jika ikan tersebut digoreng tanpa dikeluarkan kotorannya minyak goreng tersebut dihukumi mutanajjis. Pendapat yang menghukumi najisnya kotoran ikan adalah pendapat yang ashoh menurut Syeh Al Buroihami.  

Jika sudah seperti ini maka tidak sah untuk bersuci


Menurut Imam Nawawi ini adalah pendapat yang diakui dalam madzhab.
Ulama Iraq dan sebagian golongan ulama’ Khurosan juga mengikuti pendapat ini, sedangan sebagian ulama’ khurosan meriwayatkan satu pendapat yang lemah bahwa kotoran ikan hukumnya suci. 
 
Sedangkan menurut pendapat yang kedua :
 
Kotoran ikan dihukumi suci,salah satu alasan yang dikemukakan oleh pendukung pendapat ini adalah bahwa jikabangkainya dihukumi suci,maka kotorannya pun tentu dihukumi suci, karena dalam bangkai pun tentu ada kotorannya. Imam Ibnu Hajar, Imam Ziyad dan Imam Ar Romli dan ulama’ lainnya juga menyepakati ketetapan hukum bahwa kotoran yang terdapat pada ikan-ikan kecil dihukumi suci dan boleh dimakan

karena itu benda-bendayang terkena kotoran tersebut seperti minyak goreng tidak najis bila terkena kotoran ikan tersebut.Bahkan menurut Imam Romli hukum ini juga berlaku bagi ikan yang besar. Penulis kitab Al Ibanah menilai pendapat yang menghukumi suci kotoran ikan adalah pendapat yang Ashoh



bahkan Imam Al Rosyidi menganggap bahwa pendapat yang menghukumi najis kotoran ikan adalah pendapat yang lemah, dan mengklaim bahwa pendapat yang menghukumi suci kotoran ikan adalah pendapat yang mu’tamad. 

Referensi :
 
Al Wasith, Juz : 1, Hal : 1542. Al Bayan, Juz : 4 hal : 5253. Al Majmu’, Juz : 2 Hal : 5504.
Bughyatul Mustarsyidin, Hal : 155. Bughyatul Mustarsyidin, Hal : 156. Fathul Jawad, Hal : 447.
Hasyiyah al Rosyidi Al Fathil jawad, hal : 44

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel