Sejarah Konflik Muhammad bin Abdul Wahhab

Assalamualaikum....

Pada bab ini, Saya akan mengupas sejarah terjadinya konflik syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan para pendukungnya dengan kaum muslimin lainnya. Demikian juga kami akan menelisik akar-akar permasalahan yang menjadi alasan syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan para pengikutnya memvonis syirik dan memerangi kaum muslimin lainnya




Penentangan Muhammad bin Abdul Wahhab terhadap akidah penduduk
Najd dan penduduk muslim mayoritas



“ Dan ia – Muhammad bin Abdul Wahhab – menampakkan keingkarannya terhadap akidah-akidah penduduk Najd, maka terjadilah perseteruan dan perdebatan di antara ia dan ayahnya, demikian juga terjadi banyak perseteruan di antara ia dan penduduk Huraimala. Ia menetap di sana selama beberapa tahun hingga ayahnya; syaikh Abdul Wahhab wafat tahun 1153 H. kemudian syaikh mulai mengumumkan dakwah dan pengingkarannya secara terangterangan kepada manusia dan banyak penduduk Huraimala yang mengikutinya, dan tersohorlah “Tarikh Najd; al-Alusi : 113


Dari keterangan al-Alusi, diketahui bahwa Muhammad bin Abdul Wahhab menampakkan pertentangannya terhadap akidah mayoritas ulama Najd saat itu, bahkan ulama umat Islam secara keseluruhannya. Demikian juga dapat dipahami bahwa mayoritas ulama Najd dan seluruh ulama umat Islam di belahan dunia ini menentang ajaran Muhammad bin Abdul Wahhab saat itu. Hal ini diperkuat keterangan oleh seorang ulama pendukung gerakan wahabi ini dalam kitabnya al-Harakah al-Ishlaahiyyah sebagai berikut :

“ …Demikian itu dikarenakan lingkungan di Najd secara khusus adalah sebagaimana lingkungan seluruh negeri saat ini secara umum, yaitu lingkungan jahiliyyah, khurafat dan bid’ah yang semua itu telah merasuk dalam jiwa dan menjadi bagian dari aqidah Najd (saat itu) jika tidak dibilang aqidah mereka sebenarnya “ Hasan Ari al-Husaini, al-Harakah al-Ishlaahiyyah : 6

Dari sini dapat kita ketahui bahwa kaum wahabi mengakui akidah penduduk Najd sebagaimana adanya akidah penduduk muslim di seluruh penjuru dunia yang ditentang oleh Muhammad bin Abdul Wahhab kala itu. Wahabi beranggapan sebelum kedatangan syaikh mereka; Muhammad bin Abdul Wahhab, kondisi kaum muslimin khususnya di Najd dan seluruh negeri muslimin lainnya sebagaimana kondisi kaum jahiliyyah di masa Nabi Muhammad shalllahu ‘alaihi wa sallam yang penuh kejahiliyahan, kesyirikan dan kekafiran bahkan mereka meyakini apa yang dilakukan kaum muslimin yang mereka anggap salah itu, lebih sesat dari kaum kafir Quraisy. Naudzu billahi min dzaalik.. 
Ini artinya wahabi telah memvonis sesat datuk-datuk kaum muslimin baik kalangan ulamanya atau lainnya baik datuk dari kaum muslimin atau datuk kaum wahabi sendiri. Sehingga para fanatiknya meyakini bahwa Muhammad bin Abdul Wahhab adalah seorang mujaddid – pembaharu – yang diutus Allah untuk menyelamatkan akidah kaum muslimin di seluruh belahan dunia ini.


SEMOGA BISA MENAMBAH WAWASAN ANDA...

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Sejarah Konflik Muhammad bin Abdul Wahhab"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel