Penjelasan Lengkap Tentang nama Wahhabiyah dan Wahbiyyah

Penjelasan Lengkap Tentang nama Wahhabiyah dan Wahbiyyah


wahbiyyah vs wahhabi

Siapa itu wahhabi. benarkah nama wahabi hanya propaganda semata?


Setelah banyak kaum muslimin yang mengetahui sejarah kelam dan berdarah wahabi di masa lampaunya - Baca postingan saya pada label Kekejaman Wahhabi - serta penyimpangan-penyimpangan ajaran mereka dari ajaran Ahlussunnah wal jama’ah, maka kaum wahabi sekarang ini berusaha menghindar dan lari dari nama sandangan Wahhabiyyah dengan berganti nama menjadi Salafiyyah atau Muwahhidun atau Anshaarut tauhid untuk mengubur sejarah hitam mereka dan supaya tidak menjadi sorotan buruk bagi kaum muslimin kepada kelompok mereka ini. 
Dan mereka membuat syubhat bahwa nama Wahhabiyyah yang disematkan kaum muslimin untuk mereka tidak lah sesuai dengan faktanya. 
Ada sebagian lagi dari mereka yang mengatakan bahwa Wahhabiyyah bukanlah nisbat kepada kelompok mereka melainkan nisbat kepada kelompok Abdul Wahhab bin Abdirrahman bin Rustum yang divonis sesat oleh ulama 

Itu hanyalah tadlis (tipu daya) mereka untuk menghindari sorotan buruk dari pandangan kaum muslimin yang telah menyaksikan sejarah kelam mereka di masa lampau maupun di masa sekarang ini. 

Istilah Wahhabiyyah memang disematkan oleh kaum muslimin yang menentang dakwah Muhammad bin Abdul Wahhab. Laqob ini diambil dari nama ayahnya Abdul Wahhab, dan nisbat seperti ini sudah masyhur di kalangan Arab. 

Seperti contoh pengikut imam Muhammad bin Idris asy-Syafi’i disebut Syafi’iyyah laqob yang dinisbatkan dari nama kakeknya Idris asy-Syafi’i. Pengikut imam Ahmad bin Muhammad bin Hanbal disebut Hanabilah, nisbat kepada nama kakeknya Hanbal dan semisalnya. 

Maka nisbat Wahhabiyyah bukan lah suatu penyematan atau pengistilahan yang asing apalagi salah, namun sudah masyhur bagi kalangan orang Arab. 
Adapaun syubhat mereka yang mengatakan bahwa laqob Wahhabiyyah sebenarnya nisbat kepada Abdul Wahhab bin Abdurrahman bin Rustum bukan kepada kelompok Muhammad bin Abdul Wahhab, maka ini tidaklah benar dan suatu penipuan serta pengkaburan fakta bagi kaum awam.

Kelompok Abdul Wahhab bin Abdurrahman bin Rustum disebut Wahbiyyah yang dinisbatkan kepada pendirinya yaitu Abdullah bin Wahbi ar-Raasibi (38 H), 

jika ditulis dengan bahasa Arab huruf Ha’nya tanpa alif dan ya’nya ber-tasyid "الوهبيّة"

sedangkan Wahhabiyyah jika ditulis dengan bahasa Arab, huruf Ha’nya disambung dengan alif sedangkan yang ditasydid huruf Ha’nya  الوهّابية
memiliki perbedaan yang sangat jauh baik sisi penulisan, bacaan, atau pun pada nisbah dan ajarannya.

Dalam kitab Tarikh Ibnu Khaldun disebutkan :


وكان يزيد قد أزلّ خوارج ومهّد البلاد فكانت سكينت أيّام روح ورغب  فى موعدة العبد الوهّاب  بن رستم وكان من الوهبيّة

“ Dan konon Yazid telah berhasil menghinakan kaum Khawarij dan menstabilkan kondisi Negara, maka negaranya menjadi tenang penuh hari-hari tentram dan suka di dalam ketenangan Abdul Wahhab bin Ristum yang termasuk kalangan Wahbiyyah Abdurrahman bin Khaldun, Tarikh Ibn Khaldun (Beirut: Dar al-Fikr, 1421 h/2001 M) IV/247


Dan dalam buku seorang sejarawan asal Prancis yang juga dijadikan hujjah oleh kaum Wahhabi dalam memanipulasi istilah Wahbiyyah ini yaitu Al-FIrak Fii
Syimal Afriqiya, yang ditulis oleh Al-Faradbil [1364 H/1945 M] menyebutkan sebagai berikut :

Kitab al firak fi syimal afriqiya

 “ Dan sungguh mereka dsebut Wahbiyyin  الوهبييّن karena dinisbahkan kepada Abdullah bin Wahbi Ar-Rasibi, sebagai pimpinan Khawarij ”








Dari sini jelas bahwa Wahbiyyah atau Wahbiyyin nisbat kepada Abdullah bin Wahb ar-Rasibi yang juga ajarannya diikuti oleh Abdul Wahhab bin Abdurrahman bin Rustum, maka Wahbiyyah bukan dinisbatkan kepada Abdul Wahhab bin Abdurrahman bin Rustum ini melainkan nisbat kepada Abdullah bin Wahb ar-Rasibi dan kelompoknya disebut Wahbiyyah bukan Wahhabiyyah.


Sebagian ulama Wahhabi mengakui adanya penisbatan Wahhabiyyah (Wahhabi) kepada pengikut Muhammad bin Abdul Wahhab bahkan membangga-bangkannya. Berikut pengakuan beberapa ulama Wahhabi : 
  • Pengakuan syaikh Ahmad bin Hajar Aal Abu Thami salah seorang tokoh besar Wahabi dan Qadhi di Qathr dalam kitabnya “ Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab ‘Aqidatuhu as-Salafiyyah wa da’watuhu al-Ishlahiyyah “ yang diberikan kata pengantar oleh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz. Dalam beberapa halaman kitab tersebut sering menyebutkan pengikut Muhammad bin Abdul Wahhab dengan sebutan Wahhabiyyin / Wahhabiyyah. Di antaranyapada halaman 36 ia mengataka


“ Maka kamu melihat setiap orang yang engkau peringatkan atau orang lain peringatkan bid’ah atau kemungkaran atasnya, ia akan menyebutmu “ Kamu Wahhabi “, maka laqob ini Alhamdulillah menjadi suatu pujian dan sebutan bagi kelompok yang mengikuti Kitab dan Sunnah, kelompok yang berpegang dengan madzhab salaf shaleh, yang selalu mengajak kepada tauhid uluhiyyah dan ibadah, cukup bagi kelompok ini suatu kebanggaan dan kemuliaan “
Jika timbul pertanyaan tentang perkataan ulama wahhabi kalau laqob wahhabi sebutan untuk kelompok yang mengikuti kitab dan sunah,jadi tidak masalah kalau kita mengikuti wahhabi,kan mengikuti kitab dan sunnah. maka itu logika yang sangat lucu. sebuah perusahaan selamanya tidak akan pernah menghancurkan nama produknya sejelek apapun produknya...!!!
Pada halaman 81 ia mengatakan :
“ Kaum muslimin merayakan tujuh hari raya agama, sedangkan Wahhabi tidak merayakan kecuali hari raya Idul Fitri dan Idul Adha “
1.      Utsaimin (majmu’ fatawa wa rosail. Juz 3 halaman 60
“sesungguhnya wahhabi,segala puji bagi Allah,yaitu paling teguh-teguhnya manusia yang berpegang teguh pada kitab Allah dan sunah RosulNya
2.      Bin bazz (majmu’ fatawa bin baz juz 1 halaman 275)
“wahabi bukan madzhab kelima, seperti yang di yakini (tuduhkan) orang-orang bodoh dan para penentang. Tetapi wahabi adalah da’wah kepada aqidah salafiyah”
3.      Bin baaz (majmu’ fatawa wa maqolat mutanawwiatun juz 9 hal 230. Karya bin baaz)
“ bahwa golongan wahabi adalah mereka pengikut syeikh muhamad bin abdul wahab rmh. Yaitu golongan orng yg memperjuangkan dakwahnya  dan berjalan di atasnya”

(majmu’ fatawa wa maqolat mutanawwi’atun juz 9 halaman 230. Karya bin baaz)
“al-wahhabiyah adalah penisbatan kepada imam muhamad bin abd.wahab (wafat 1206H). beliau adalah orang yang berupaya mengajak kepada jalan Allah ta’ala

Baca juga :
Muhamad bin Abdul Wahhab di Tentang Kakak Kandungnya Sendiri Part 1 
Muhammad bin Abdul Wahhab di Tentang Ayahnya Sendiri  
Mengenal Lebih Dalam Doktrin Wahabi 

(majmu’ fatawa bin baaz, juz 1 halaman 228)
“bahkan aqidah wahabi yaitu berpegang teguh pada kitab Allah dan sunah rosul saw.



majmu’ fatawa bin baaz, juz 1 halaman 228

“ Soal keenam : Seseorang bertanya kepada Syaikh : Sebagian orang menamakan Ulama-Ulama di Arab Saudi dengan nama Wahhabi [Wahhabiyyah], adakah anda merestui penamaan tersebut, dan apa sanggahan untuk menjawaborang itu ? “ Jawab : Itu suatu laqob yang masyhur bagi ulama tauhid yakni ulama Najd. Mereka menisbatkan nama tersebut kepada syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab….dan para pengiktnya serta orang yang mengumandangkan dakwahnya di Najd dseibut Wahhabi. Ini laqob yang mulia lagi agung yang menunjukkan orang yang disebut dengan laqob ini termasuk ahli tauhid dan orang yang ikhlas karena Alah…inilah asal penyebutan nama Wahhabiyyah dan laqob ini dinisbatkan kepada syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab bin Sulaiman bin Ali at-Tamimi al-Hanbali yang menyeru kepada Allah Ta’aalaa, semoga Allah merahmatinya dengan rahmat yang luas "

Perlu di ketahui, penisbatan nama wahhabi memang sudah di akui oleh ulama - ulama mereka sendiri, dan bahkan sebagian dari mereka pun sangat bangga dengan nama itu, namun anehnya ustadz-ustadz salafy yang ada di indonesia ini maksimal dalam menutupi penisbatan nama wahhabi. mungkin karena citra wahhabi sendiri sudah sangat bobrok di kalangan muslimin, maka di ganti baju menjadi salafy. 

Semoga Bermanfaat dan Menjadi Bahan Renungan...!!!


Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel