Penjelasan lengkap Allah ada tanpa tempat - Definisi Tempat dan Arah - Part 1

Assalamualaikum




Dasar keyakinan yang dianut oleh kaum teolog Ahlussunnah ialah bahwa akal sehat tidak akan pernah bertentangan dengan ajaran-ajaran syari’at. Bahkan sebaliknya, akal sehat adalah sebagai saksi bagi kebenaran syari’at itu sendiri. Sangat tidak logis bila Allah dan Rasul-Nya meletakan ajaran-ajaran syari’at yang bertentangan dengan akal. Karena bila demikian berarti penciptaan akal sama sekali tidak memiliki faedah. 


Ada banyak perkataan para ahli bahasa terkemuka dan para ulama dalam menyebutkan definisi tempat. Berikut ini kita kutip sebagian di antaranya:

Ahli bahasa terkemuka (al-Lughawiy) Abul Qasim al-Husain bin Muhammad yang dikenal
dengan sebutan ar-Raghib al-Ashbahani (w 502 H) berkata:


 المكان عند أهل اللغة الموضع الحاوي للشىء

“Tempat (al-Makân) menurut ahli bahasa adalah ruang yang meliputi bagi sesuatu” Al-Mufradat Fi Gharib al-Qur’an, h. 471


al-Lughawiy Majduddin Muhammad bin Ya’qub al-Fairuzabadi, penulis kitab al-Qâmûs, (w 817
H) menuliskan:

المكان: الموضع، ج: أمكنة وأماكن

 “Tempat (al-Makân) adalah ruang, bentuk jamaknya Amkinah dan Amâkin”  Al-Qamus al-Muhith, h. 1594


Al-‘Allâmah Kamaluddin Ahmad bin Hasan al-Bayyadli al-Hanafi (w 1098 H) berkata:

المكان هو الفراغ الذي يشغله الجسم

“Tempat (al-Makân) adalah ruang yang dipenuhi oleh benda" Isyarat al-Maram, h. 197

 
Asy-Syaikh Yusuf bin Sa’id ash-Shafati al-Maliki (w 1193 H) menuliskan:

قال أهل السُّنة: المكان هو الفراغ الذي يحُلُّ فيه الجسم

“Ahlussunnah berkata: “Tempat adalah ruang kosong yang menyatu (berada) di dalamnya suatu benda”Hasyiyah ash-Shafati, Nawaqidl al-Wudlu’, h. 27

Al-Imâm al-Hâfizh al-Muhaddits al-Faqîh al-Lughawiy; Sayyid Muhammad Murtadla az-Zabidi alHanafi (w 1205 H) berkata:
المكان: الموضع الحاوي للشى

“Tempat (al-Makân) adalah ruang yang meliputi bagi sesuatu” Taj al ‘Arus, j. 9, h. 348
Asy-Asy-Syaikh Salamah al-Qudla’i al-‘Azami asy-Syafi’i (w 1376 H) menuliskan:

 المكان هو الموضع الذي يكون فيه الجوهر على قدره، والجهة هي ذلك المكان

“Tempat (al-Makân) adalah ruang yang ada di dalamnya suatu benda yang mencukupinya, dan arah (al-Jihah) adalah tempat tersebut”  Furqan al-Qur’an, h. 62 (Dicetak bersama kitab al Asma’ Wa ash Shifat karya al-Bayhaqi)

Pernyataan yang kita kutip di atas ini adalah ketetapan dari para ahli bahasa dalam definisi tempat; ini sebagai dalil bahwa Rasulullah dan para sahabatnya berkeyakinan bahwa Allah ada tanpa tenpat, tidak bertempat di arsy, tidak pula bertempat di langit. Sesungguhnya al-Qur’an turun dengan bahasa Arab, sebagaimana firman Allah: “Bi Lisânin ‘Arabiyyin Mubîn” (QS. Asy-Syu’ara: 195), 

dan Rasulullah adalah seorang Arab yang sangat tahu benar seluk-beluk dan penggunaan bahasa Arab. Dengan demikian jelas sesat kaum Musyabbihah Mujassimah yang berpegangteguh dengan teks-teks zahir ayat-ayat dan hadits-hadits mutasyabihat yang seakan menyebutkan bahwa Allah memiliki tempat. Sesungguhnya teksteks mutasyabihat itu tidak boleh dipahami dalam makna zahirnya sebagaimana disepakati oleh para ulama Salaf dan Khalaf; 

oleh karena itu mereka semua berkeyakinan bahwa Allah ada tanpa tempat, karena Dia bukan benda, sebagaimana kesucian Allah ini telah ditetapkan oleh al-Qur’an, hadits, konsensus ulama, para pakar bahasa, dan lainnya.

Setelah penjelasan ini menjadi jelas bagi anda bahwa bahwa Allah ada tanpa tempat, tidak berada di tempat atas, dan tidak berada di tempat bawah, karena bila Allah bertempat maka berarti Allah diliputi oleh ruang, dan bila demikian maka berarti Allah sebagai benda yang memiliki bentuk dan ukuran, padahal jelas yang demikian itu adalah sifat benda yang notabene makhluk. Mustahil Allah bersifat dengan sifat-sifat makhluk-Nya, dan itu jelas batil.



Dengan demikian telah tetap kebenaran akidah Ahlussunnah dalam mensucikan Allah dari tempat dan arah

Definisi Arah lanjut di postingan setelah ini agar pembaca tidak bosan..☺

Semoga Bermanfaat...

  

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Penjelasan lengkap Allah ada tanpa tempat - Definisi Tempat dan Arah - Part 1"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel