Muhammad bin Abdul Wahhab di Tentang Ayahnya Sendiri

Assalamualaikum...!!!

Berbicara mengenai paham atau golongan, sangat tidak etis kita menganggap tidak ada golongan dalam islam, karena secara tidak langsung sudah mengingkari takdir dan Hadits nabi yang masyhur..
maka kita sebagai umat Rasulullah shallahu alaihi wasallam wajib meyakini dan menerima perpecahan golongan yang di sebut oleh Rasulullah..


dan sudah menjadi hal lumrah ketika ada golongan yang mengclaim sebagai "al-Firqah an-najiyah" atau golongan yang selamat, dan masing masing dari kita pun saling mengemukakan dalil dalil untuk benteng aqidah kita, walaupun ada satu kaum yang sangat tidak beretika mencap di luar golongannya adalah KAFIR

Ayahnya yaitu syaikh Abdul Wahhab telah mendapat firasat buruk terhadap putranya tersebut bahwa putranya Muhammad bin Abdul Wahhab akan membawa kerusakan dan kesesatan pada umat. Wahabi (baca; pembela paham Muhammad bin Abdul wahhab) menolak kenyataan ini dan mengatakan bahwa ini suatu kedustaan yang ditimpakan pada syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, tapi fakta sejarah tidak mungkin bisa dipungkirinya, terbukti kitab karya ulama mereka sendiri yaitu Unwan Al-Majd dari sejarawan Saudi; Utsman bin Bisyr telah mengakui kenyataan ini



“ Ketika syaikh Muhammad bin Abdul wahhab sampai ke daerah Huraimala, maka ia duduk disisi ayahnya, membaca dan memungkiri semua perbuatan bid’ah dan syirik yang dilakukan orang-orang bodoh. Ia banyak mengingkari hal itu pada ayahnya dan semua hal yang merusak hingga terjadi pertengkaran antara dia dan ayahnya. Demikian juga terjadi perselisihan antara dia dan penduduk setempat. Lalu dia tinggal di situ selama beberapa tahun hingga ayahnya meninggal tahun 1153, kemudian ia mulai berdakwah secara terangterangan “ Unwan al-Majd : 1/8

Pada awalnya Muhammad tidak berani menyebarkan pahamnya secara terang-terangan dikarenakan ayahnya masih hidup, namun setelah ayahnya meninggal, maka ia mulai berani terang-terangan menyebarkan pahamnya kepada manusia sebegaimana pengakuan Ibn Bisyr tersebut. Dan ditegaskan pula oleh syaikh Muhammad bin Abdillah an-Najdi alHanbali seorang ulama yang dinilai jujur dan terpercaya oleh wahabi dan juga seorang mufti Makkah, beliau berkata : 
“ Telah mengabarkan padaku sebagian orang yang aku temui dari kalangan ulama yang hidup semasa dengan Muhammad bin Abdul Wahhab; bahwasanya Abdul Wahhab murka pada putranya Muhammad tersebut disebabkan Muhammad tidak mau belajar fiqih seperti para salafnya dan ulama setempatnya. Ayahnya berfirasat buruk padanya, ia berkata pada orang-orang. Aduhai sungguh kalian akan melihat keburukan Muhammad, maka terjadilah apa yang telah Allah taqdirkan “

 



Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Muhammad bin Abdul Wahhab di Tentang Ayahnya Sendiri"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel