Muhamad bin Abdul Wahhab di Tentang Kakak Kandungnya Sendiri Part 1

Assalamualaikum...!!!

Sebetulnya pembahasan kali ini masih mencakup pada pembahasan sebelumnya "Mengenal Lebih Dalam Doktrin Wahabi" tapi penulis bedakan dalam hal judul untuk pembaca agar lebih nyaman untuk memilih bacaan


Setelah dakwah MBAW (Muhamad bin abdul wahab_Red) di tentang oleh ayahnya yang berpaham Ahlussunah wal jam'ah, maka sang kakak dari MBAW pun ikut menolak paham adiknya tersebut, bahkan beliau sampai membuat kitab untuk membantah paham sesat adiknya.

Di antara kitab bantahan syaikh Sulaiman kepadanya adalah : Ash-Showaiq Al-Ilahiyyah fi Raddi ‘ala Al-Wahhabiyyah, Fashl Al-Khithab fi Madzhab Muhammad bin Abdul Wahhab dan kitab Kalam ulil Albab fi Madzhab Muhammad bin Abdul Wahhab.
Kitab-kitab tersebut sangat tersohor dan meluas ke seluruh belahan dunia. Tapi ironisnya, wahabi (baca; pengikut paham Muhammad bin Abdul Wahhab) mengingkari penisbatan kitab-kitab tersebut kepada syaikh Sulaiman dan mengingkari adanya perselisihan antara ia dan Muhammad bin Abdul Wahhab. 

Sekali lagi, walau bagaimana pun kerasnya usaha wahabi di dalam menutup-nutupi sejarah kelam pendirinya Muhammad bin Abdul Wahhab dengan membuat syubhat bahwa kitab-kitab tersebut bukan karya syaikh Sulaiman dan bahwa syaikh Sulaiman tidak pernah berselisih dengan adeknya, maka tetap bau bangkai akan tercium juga dan Allah selalu menunjukkan pada umat Islam kejahatan orang-orang yang berbuat dhalim dan nista melalui tangan-tangan mereka sendiri

dalam kitab Raudah al-Afkar wa al-Afham : 1: 19-20 karya ulama wahabi di jelaskan :
"Dan pada tahun 1167 terjadi pembunuhan Sulaiman bin Khuwaithir. Penyebabnya bahwa ia datang ke daerah Huraimala secara sembunyi-sembunyi, saat itu sedang ada peperangan. Kemudian Sulaiman bin Abdul Wahhab menulis bersama Sulaiman bin Khuwaithir sebuah kitab kepada penduduk Uyainah. Ia (Sulaiman bin Abdul Wahhab) menyebutkan banyak syubhat dan ucapan-ucapan yang dikriminitas serta hadits-hadits yang lebih lemah dari sarang laba-laba. Ia memerintahkan kitab tersebut dibaca pada setiap perayaan dan perumahan. Ia telah melontarkan kepada hati para penduduk Uyainah dengan syubhat-syubhat buruk lagi membahayakan yang mampu mempengaruhi hati-hati orang yang keimanannya lemah “ 


Dikuatkan dan dibenarkan pula oleh sejarawan wahabi Utsman bin Bisyr dalam kitabnya Unwan Al-Majd tentang adanya perselisihan antara Sulaiman dan Muhammad bin Adbul Wahhab :

berikut scan dari kitabnya


“ Dan pada tahun 1167 H terjadilah pembunuhan Sulaiman bin Khuwaithir. Demikian itu terjadi, ketika Sulaiman bin Khuwaithir datang ke daerah Huraimala secara sembunyi-sembunyi sedangkan Huraimala sedang ada peperangan, maka Sulaiman bin Abdul Wahhab menulis kepada penduduk Uyainah sebuah kitab yang berisi syubhat-syubhat agama untuk mengelabui manusia. Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab setelah mengetahui Sulaiman bin Khuwathir datang ke Uyainah dengan membawa kitab Sulaiman bin Abdul Wahhab, maka syaikh Muhamamad memerintahkan untuk membunuh Sulaiman bin Khuwaithir, maka terbunuhlah Sulaiman bin Khuwaithir. Kemudian syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab membuat kitab tandingan yang cukup besar dan panjang untuk membantah apa yang dilontarkan Sulaiman bin Abdul Wahhab pada kalangan awam. Syaikh menulis panjang lebar berdasarkan al-Quran dan Hadits “ Unwan Al-Majd : 1/68


Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Muhamad bin Abdul Wahhab di Tentang Kakak Kandungnya Sendiri Part 1"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel