Mengenal Lebih Dalam Doktrin Wahhabi - Part 2

Assalamualaikum....!!!

Pada postingan ini yaitu postingan dari pembahasan sebelumnya Mengenal Lebih Dalam Doktrin Wahabi (PART 1)

Menurut riwayat Muhammad ibnu Abdul Wahhab ini dilahirkan di perkampungan `Uyainah
dibagian selatan kota Najd (Saudi Arabia) tahun 1703 masehi dan wafat tahun 1792 masehi, ia
mengaku sebagai

salah satu penerus ajaran Ibnu Taimiyyah. Pengikut akidah dia ini dikenal
sekarang dengan nama ‘golongan Wahabi atau dikenal juga dengan Salafi ’. Nama Wahabi atau alWahabiyyah kelihatan dihubungkan kepada nama pendiri- nya yaitu Muhammad `Abd al-Wahhab
al-Najdi.


Ia tidak dinamakan golongan/madzhab al-Muhammadiyyah tidak lain bertujuan untuk
membedakan di antara para pengikut Nabi Muhammad saw. dengan pengikut madzhab mereka,
dan juga bertujuan untuk menghalangi segala bentuk eksploitasi (istighlal). 


Penganut Wahabi sendiri menolak untuk dijuluki sebagai penganut madzhab Wahabi dan mereka menggelarkan diri mereka sebagai golongan al-Muwahhidun (unitarians) atau madzhab Salafus-Sholeh atau Salafi (pengikut kaum Salaf) karena mereka menurut pendapatnya ingin mengembalikan ajaranajaran tauhid ke dalam Islam dan kehidupan murni menurut sunnah Rasulullah saw.

Menurut ulama Muhammad Ibnu Abdul Wahhab ini amat mahir didalam mencampuradukkan antara kebenaran dengan kebatilan. Oleh karena itu, sebagian kaum Muslimin berbaik
sangka kepadanya dan menggelarinya dengan sebutan Syeikhul Islam, sehingga dengan demikian
namanya menjadi masyhur dan ajarannya menjadi tersebar, padahal itu semua telah banyak
dikecam oleh ulama-ulama pakar karena kebatilan akidah dan pahamnya itu.


Pada masanya keyakinan madzhab Hanbali (Ahmad bin Hanbal rh) untuk pertama kali didalam
sejarahnya mencapai kemuliaan dan kebesarannya, yang mana pada dua periode sebelumnya
tidak memperoleh keberhasilan yang besar. Adapun yang menjadi sebabnya ialah karena golongan
Asy'ariyyah secara langsung memonopoli bidang keyakinan sepeninggal Imam Ahmad bin Hanbal.
Muhamad Ibnu Abdul Wahhab mempunyai akidah atau keyakinan bahwa tauhid itu terbagi dua
macam yaitu; Tauhid Rububiyyah dan Tauhid Uluhiyyah.


Adapun mengenai tauhid rububiyyah, baik orang Muslim maupun orang kafir mengakui itu.
Adapun tauhid uluhiyyah, dialah yang menjadi pembeda antara kekufuran dan Islam. Dia berkata:
“Hendaknya setiap Muslim dapat membedakan antara kedua jenis tauhid ini, dan mengetahui
bahwa orang-orang kafir tidak mengingkari Allah swt. sebagai Pencipta, Pemberi rezeki dan
Pengatur”.


Dia dengan berdalil firman-firman Allah swt. berikut ini:
“Katakanlah, 'Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihat an, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup, dan siapakah yang mengatur segala urusan?' Maka katakanlah, 'Mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)?” (S.Yunus [10];31).
 

“Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka, 'Siapakah yang menjadikan langit dan bumi dan menundukkan matahari dan bulan? 'Tentu mereka akan menjawab, 'Allah', maka betapakah mereka dapat dipalingkan (dari jalan yang benar)” (S. Al ‘Ankabut [29]; 61)
 

Selanjutnya Ibnu Abdul Wahhab berkata: 
Jika telah terbukti bagi Anda bahwa orang-orang kafir
mengakui yang demikian, niscaya anda mengetahui bahwa perkataan anda yang mengatakan :
"Sesungguhnya tidak ada yang menciptakan dan tidak ada yang memberi rezeki kecuali Allah, serta tidak ada yang mengatur urusan kecuali Allah", tidaklah menjadikan diri anda seorang Muslim sampai anda mengatakan, 'Tidak ada Tuhan selain Allah' dengan mengikuti/disertai melaksanakan artinya." (Fi ‘Aqaid al-Islam, Muhmmad bin Abdul Wahhab, hal. 38)

Bersambung ke postingan selanjutnya..!!!

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Mengenal Lebih Dalam Doktrin Wahhabi - Part 2"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel