Kecaman Hakim dan Ulama Atas Tindakan Keji Muhamad bin Abdul Wahhab

Assaalamualaikum...

Dari doktrin doktrin wahhabi yang serta merta brutal dalam memahami konsep Al-qur'an dan al-Hadits, tak luput mendapat kecaman dari berbagai pihak.perbuatan Muhammad bin Abdul Wahhab tersebut mendapat kecaman dari kaum muslimin. Maka kaum muslimin melaporkan hal itu kepada para ulama dan umara'
mereka menulis surat pengaduan dari peristiwa itu kepada para ulama Ahsa, Bashrah dan Haramain. Para ulama pun mengutuk perbuatan Muhamamd bin Abdul Wahhab tersebut dan menjelaskan perbuatan nista itu secara ilmiah melalui risalah-risalah yang ditulis para ulama tersebut. 
Para hakim dan penguasa negeri lainnya pun turut mengecam dan mengutuk apa yang telah dilakukan Muhammad bin Abdul Wahhab tersebut. 

Hal ini pun diakui oleh Ibn Ghannam dalam Tarikh Najdnya berikut :


“ …Maka kaum muslimin menulis surat kepada ulama Ahsa, Bashrah dan Haramain, kaum muslimin dan para ulama berkomplot memusuhi Muhammad bin Abdul Wahhab. Maka membela dan menolong lah orang-orang batil dan sesat dari ulama negeri-negeri tersebut. Mereka mengarang sebuah tulisantulisan di dalam mebid’ahkan dan menyesatkan perbuatan syaikh dan dianggap telah merubah syare’at dan sunnah, menjelaskan kebodohan dan kedunguan syaikh. Maka tertipulah kalangan khusus dan umumnya, terlebih kalangan para penguasa dan hakim, mereka mengaku bahwa syaikh dan pengikutnya tidak memiliki perjanjian keamanan karena menolak sunnah dan merubah hokum agama. Memperingatkan para hakim lainnya dari syaikh. Mereka mngira bahwa syaikh akan mempengaruhi hati orang-orang bodoh dan rakyat jelata dan menyesatkan mereka dengan cara pandangnya sehingga nanti akan mnyebabkan mereka memberontak pada para hakim dan penguasa dan menampakkan ketidak patuhan “. Al-Husain bin Ghannam,Tarikh Najd : 85



Hal ini menjadi bukti bahwa pemahaman Muhammad bin Abdul Wahhab telah menyempal dari pemahaman mayoritas ulama saat itu yang sudah di’itiqadkan sejak lama bahkan sejak masa ulama salaf shalih. 

Maka tak heran jika mayoritas ulama di belahan dunia saat itu mengecam dan mengutuk perbuatan nista Muhammad bin Abdul Wahhab tersebut bahkan ada yang mengarang sebuah buku menjelaskan persoalan tersebut secara ilmiyyah. 

Para ulama sebelum Muhammad bin Abdul Wahhab banyak yang membolehkan membangun bangunan atau kubah di atas makam orang awam karena ada hajat atau maslahat jika berada di tanah milik sendiri ; bukan waqaf. 

Dan jumhur ulama mengecualikan makam-makam wali Allah dan orang shalih walaupun di tanah waqaf untuk menghormati mereka dan supaya kaum muslimin mendapat manfa’at dengan menziarahinya serta mencegah kerusakan seperti penggalian, diinjak-injak atau mafsadat lainnya. Dan ini adalah masalah furu’ / fiqih yang telah dibahas oleh para ulama fiqih sebelumnya.

Semoga bermanfaat...

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Kecaman Hakim dan Ulama Atas Tindakan Keji Muhamad bin Abdul Wahhab"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel