Ibn Taimiyah Membagi Bid'ah Menjadi Dua

Assalamualaikum...

Pembagian bid'ah menjadi 2 itu bukan baru-baru ini ulama menuliskan dalam kitab-kitabnya, namun Imam Syafi'i lah yang membagi bid'ah menjadi 2, kemudian di susul ulama-ulama salaf lainnya.
entah kenapa kaum yang ngaku paling salaf tidak pernah menerima adanya pembagian bid'ah itu sendiri di karenakan bukan dari golongan mereka,
Lantas kalau ibn Taimiyah - yang sejatinya adalah pentolan wahhhabi number one - membagi bid'ah menjadi dua itu juga di kategorikan sesat?




Kaum Wahabi mengatakan bahwa pembagian bid’ah kepada 2 bagian; bid’ah hasanah dan bid’ah sayyi’ah adalah pembagian batil (sesat), sementara Ibnu Taimiyah; “Imam tanpa tanding meraka”, mengatakan bahwa bid’ah terbagi kepada 2 bagian di atas. 

Dari sini anda katakan kepada orang-orang Wahabi itu; “Apakah kalian akan mengatakan bahwa Ibnu Taimiyah sesat ahli bid’ah??? Terhadap para ulama Ahlussunnah; seperti Imam an-Nawawi, Imam Ibnu Hajar al-‘Asqalani, Imam al-‘Izz ibnu Abdissalam, dan lainya; 

kalian berani mengatakan bahwa mereka sesat karena membagi bid’ah kepada 2 bagian di atas??? Apakah kalian mengatakan Ibnu Taimiyah sesat karena telah membagi bid’ah kepada 2 baian; bid’ah hasanah, dan bid’ah sayyi’ah”???

Berikut ini adalah tulisan Ibnu Taimiyah dalam membagi bid’ah kepada 2 bagian tersebut dalam kitab karyanya berjudul “Muwafaqah Sharih al-MMa’qul Li Shahih al-Manqul”, silahkan dicek…..!!! 

Kitab : “Muwafaqah Sharih al-MMa’qul Li Shahih al-Manqul”
Penulis : Ibnu taymiyah
Halaman : 144 – 145
 
” Berkata Imam Syafi’i ra. : 
Bidah terbagi menjadi dua, 
(1) bidah yang menyalahi perkara yang wajib atau sunnah atu ijma atau atsar sebagian para sahabat maka  ini disebut Bid’ah dlolalah. 
(2)  sedangkan Bid’ah yang bidah yang tidak menyalahi (sesuai) dengan perkara yang wajib atau sunnah atu ijma atau atsar sebagian para sahabat maka  ini disebut Bid’ah hasanah

Berikut scan kitabnya

 

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel