Asal Mula Terbentuknya Kerajaan Saudi Di Mulai Dengan Pedang - PART 2

Penyerangan ke kota Riyadh dan beberapa daerah di Jazirah Arabiyyah. Dalam kitab 

Tarikh Najd disebutkan : 

“Pada tahun 1164 H, maka kaum muslimin (wahabi) pergi menuju Riyadh lalu mereka menyerang ke dalamnya akan tetapi banyaknya jumlah mereka membuat kaum muslimin
kalang kabut. Maka mereka membunuh banyak dari penduduk Riyadh. Dan dari pihak kaum muslimin yang terbunuh berjumlah delapan orang di antaranya ; Ali bin Isa ad-Duru’, ia seorang yang terkenal dengan gagah berani dan kokoh dan tak pernah lari walaupun jumlah musuh sangat banyak “ Al-Husain bin Ghannam, Tarikh Najd : 104


Di dalam kitab Tarikh Najd tersebut demikian juga Unwan al-Majd pengarangnya selalu menggunakan istilah “ kaum muslimin “ untuk menyebut pengikut Muhammad bin Abdul Wahhab dan Ibn Saud. 

Ini dengan jelas menunjukkan bahwa para penentang mereka dianggapnya bukan muslim dan musuh besar kaum muslimin yang harus diperangi dan halal darah dan hartanya hanya karena melakukan amalan-amalan yang mereka anggap bid’ah dan kesyirikan. Mereka menganggap kaum muslimin yang bertawassul kerpada para nabi dan orang shalih telah murtad dari Islam. Naudzu billah min dzaalik..


Syaikh Sulaiman mulai bangkit memperingatkan saudaranya tersebut.


Di sebutkan dalam kitab Tarikh Najd sebagai berikut :

Di bulan Syawwal tahun 1165 H, penduduk Huraimala menjadi murtad dan qadhinya waktu itu adalah Sulaiman bin Abdul Wahhab saudara dari syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab. Ketika syaikh mengetahui saudaranya tersebut berusaha menyebarkan fitnah dan melontarkan syubhat tentangnya kepada orang-orang, maka syaikh menulis beberapa kitab untuk menasehatinya, mencela perbuatannya dan memeperingatkan akibatnya. Maka Sulaiman mengirim surat kepada syaikh dengan surat yang baik dan melakukan perjanjian juga menhyebutkan di dalamnya bahwasanya dia tidak akan tinggal di Huraimala selama penduduknya menampakkan kemurtadan “ Al-Husain bin Ghannam,Tarikh Najd : 106


Lihatlah bagaimana Ibn Ghannam mengatakan penduduk Huraimala menjadi murtad (keluar dari Islam), apakah penduduk tersebut benar-benar melakukan perkara yang membuat mereka murtad?? Tidak, akan tetapi penduduk Huraimala dan juga Syaikh Sulaiman melakukan perlawanan kepada Muhammad bin Abdul Wahhab dan para pengikutnya yang sudah mulai membuat onar dan keruskaan di mana-mana. 

Dan hal ini pun menjadi bukti bahwa syaikh Sulaiman sangat menentang apa yang telah dilakukan saudaranya tersebut. Sekali lagi saya tegaskan, Ibnu Ghannam menulis sejarah dalam kitabnya tersebut dengan menceritakan berbagai kondisi kaum muslimin saat itu dan konflik yang terjadi bersama Ibn Abdul Wahhab beserta pengikutnya adalah berdasarkan hasil penilaian dari pemahamannya belaka dan semua apa yang ia utarakan adalah sebaliknya dari realita yang ada saat itu. 

Tiap kali Ibn Ghannam dan juga Ustman bin Bisyr mengatakan kata murtad “ kepada kaum muslimin, maka yang dimaksudnya adalah menampakkan perlawanan kepada ajakan Muhammad bin Abdul Wahhab. 

Tiap kali mereka mengatakan kata “ berkhianat “, maka yang dimaksudnya adalah kaum muslimin mulai sadar dan berbalik menentang Muhammad bin Abdul Wahhab. 

Tiap kali mereka mengatakan kata “ Musyrikin “, maka yang dimaksudkan adalah kaum muslimin yang bertawassul atau beristightasah kepada para nabi atau para shalihin yang sudah wafat.

 

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Asal Mula Terbentuknya Kerajaan Saudi Di Mulai Dengan Pedang - PART 2"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel